Cara Daftar Google Search Console untuk Blog Blogger dari Nol
Google Search Console adalah tools gratis yang seharusnya didaftarkan sejak hari pertama blog dibuat, bukan setelah blog sudah berjalan berbulan-bulan. Tapi kenyataannya banyak blogger yang baru ingat mendaftarkan blog ke Search Console setelah kebingungan kenapa artikel tidak muncul di Google atau setelah traffic tidak kunjung datang.
Kabar baiknya, proses pendaftaran tidak rumit dan bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 15 menit. Panduan ini membahas cara daftar Google Search Console untuk blog Blogger dari nol, termasuk cara memilih metode verifikasi yang paling mudah dan langkah pertama yang perlu dilakukan setelah berhasil masuk.
Persiapan Sebelum Mendaftar
Sebelum memulai proses pendaftaran, pastikan dua hal sudah siap. Pertama, akun Google yang digunakan untuk mendaftar Search Console harus sama dengan akun yang digunakan untuk mengelola blog di Blogger. Menggunakan akun yang berbeda akan mempersulit proses verifikasi kepemilikan blog.
Kedua, pastikan blog sudah bisa diakses secara publik melalui URL yang akan didaftarkan. Blog yang masih dalam mode draft atau pengaturan privasi yang membatasi akses tidak bisa diverifikasi oleh Google karena bot verifikasi tidak bisa mengakses halaman yang tidak tersedia untuk umum.
Langkah 1: Buka Google Search Console
Buka browser dan akses search.google.com/search-console. Login menggunakan akun Google yang sama dengan akun Blogger kamu. Jika ini pertama kali mengakses Search Console dengan akun tersebut, kamu akan langsung diarahkan ke halaman untuk menambahkan properti baru.
Jika sudah pernah login sebelumnya dan sudah ada properti lain yang terdaftar, klik ikon dropdown di pojok kiri atas halaman yang menampilkan nama properti aktif, lalu pilih Tambahkan Properti atau Add Property.
Langkah 2: Pilih Tipe Properti
Google Search Console menawarkan dua tipe properti: Domain dan URL Prefix.
Tipe Domain mencakup semua varian URL dari domain tersebut termasuk http, https, www, dan non-www dalam satu properti. Tipe ini memerlukan verifikasi melalui DNS yang sedikit lebih teknis.
Tipe URL Prefix hanya mencakup URL yang persis sama dengan yang didaftarkan. Tipe ini lebih mudah diverifikasi dan lebih cocok untuk blog Blogger. Pilih URL Prefix dan masukkan URL lengkap blog kamu.
Jika blog menggunakan custom domain, masukkan URL dengan format https://www.namadomain.com. Jika masih menggunakan subdomain blogspot, masukkan URL blogspot lengkap termasuk https:// di depannya. Pastikan format URL yang dimasukkan persis sama dengan URL yang muncul di address bar saat mengakses blog, termasuk ada tidaknya www di depannya.
Langkah 3: Verifikasi Kepemilikan Blog
Setelah URL dimasukkan, Google akan menampilkan beberapa metode verifikasi. Untuk pengguna Blogger, ada tiga metode yang paling relevan.
Metode HTML Tag. Ini adalah metode yang paling umum digunakan oleh pengguna Blogger. Google memberikan satu baris kode meta tag yang harus ditempatkan di bagian head template blog. Salin kode tersebut, buka Dashboard Blogger kemudian Theme kemudian Edit HTML, temukan tag pembuka head di template, tempelkan kode verifikasi tepat setelah tag tersebut, simpan template, lalu kembali ke Search Console dan klik tombol Verifikasi. Jika kode sudah terpasang di posisi yang benar, verifikasi akan berhasil dalam hitungan detik.
Metode Google Analytics. Jika Google Analytics sudah terpasang di blog, ini adalah metode tercepat. Google langsung mendeteksi kepemilikan blog melalui tag Analytics yang sudah ada tanpa perlu menambahkan kode apapun ke template. Cukup pilih metode ini dan klik Verifikasi.
Metode Google Tag Manager. Jika menggunakan Google Tag Manager untuk mengelola script di blog, metode ini bisa digunakan dengan cara yang mirip dengan metode Analytics.
Langkah 4: Submit Sitemap Setelah Verifikasi Berhasil
Setelah verifikasi berhasil, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah submit sitemap blog. Sitemap memberikan peta lengkap seluruh konten blog kepada Google sehingga bot tidak perlu menemukan artikel satu per satu secara acak.
Di sidebar kiri Search Console, klik menu Sitemap yang ada di bawah bagian Pengindeksan. Di kolom yang tersedia, ketik sitemap.xml sehingga URL lengkapnya menjadi namadomain.com/sitemap.xml atau namablog.blogspot.com/sitemap.xml. Klik tombol Kirim.
Jika blog sudah punya lebih dari 26 artikel, tambahkan juga sitemap dengan parameter sitemap.xml?max-results=500 untuk memastikan semua artikel tercakup, bukan hanya 26 terbaru yang menjadi batas default sitemap Blogger.
Langkah 5: Gunakan Inspeksi URL untuk Artikel Pertama
Setelah sitemap disubmit, gunakan fitur Inspeksi URL untuk meminta Google segera merayapi beberapa artikel utama blog. Klik kolom pencarian di bagian atas halaman Search Console dan masukkan URL artikel yang ingin segera diindeks.
Jika artikel belum terindeks, klik tombol Minta Pengindeksan. Lakukan ini untuk tiga hingga lima artikel yang paling penting di blog. Perlu diingat ada batasan jumlah request indexing per hari, jadi prioritaskan artikel yang paling ingin segera muncul di Google terlebih dahulu.
Memahami Dashboard Search Console Setelah Pendaftaran
Setelah semua langkah selesai, Search Console membutuhkan beberapa hari hingga minggu untuk mulai mengumpulkan data yang bisa ditampilkan di dashboard. Jangan khawatir jika dashboard masih kosong atau menampilkan pesan bahwa data belum tersedia, ini normal untuk properti yang baru saja didaftarkan.
Yang bisa langsung dipantau setelah pendaftaran adalah laporan Halaman yang menunjukkan status pengindeksan artikel-artikel di blog. Dalam beberapa hari setelah sitemap disubmit, laporan ini akan mulai menampilkan informasi tentang artikel mana yang sudah berhasil diindeks dan artikel mana yang mengalami masalah.
Untuk pemahaman lebih mendalam tentang cara membaca dan memanfaatkan semua laporan yang tersedia di Search Console, panduan lengkapnya tersedia di artikel panduan Google Search Console untuk pemula yang belum pernah pakai.
Masalah yang Paling Sering Terjadi Saat Pendaftaran
Ada beberapa masalah yang cukup umum terjadi selama proses pendaftaran dan verifikasi Search Console.
Verifikasi gagal meskipun kode sudah dipasang. Penyebab paling umum adalah kode verifikasi tidak ditempatkan di posisi yang benar. Pastikan kode ditempatkan tepat setelah tag pembuka head di template, bukan di dalam tag lain atau di posisi lain di template. Jika masih gagal, cek apakah template menyimpan perubahan dengan benar dengan membuka source code blog di browser dan mencari kode verifikasi tersebut.
URL yang didaftarkan tidak cocok dengan URL blog sebenarnya. Jika blog diakses dengan www tapi URL yang didaftarkan tanpa www, atau sebaliknya, Google akan menganggap keduanya sebagai properti yang berbeda. Pastikan URL yang didaftarkan persis sama dengan yang muncul di address bar saat mengakses blog.
Sitemap menampilkan error setelah disubmit. Periksa apakah URL sitemap yang dimasukkan bisa diakses secara publik dengan membukanya langsung di browser. Jika halaman sitemap tidak bisa dibuka, ada kemungkinan pengaturan privasi blog membatasi akses ke halaman tersebut.
Daftar Sekarang Agar Data Mulai Terkumpul dari Hari Ini
Setiap hari blog beroperasi tanpa terdaftar di Search Console adalah hari data performa yang hilang dan tidak bisa dipulihkan. Search Console hanya mengumpulkan data sejak properti didaftarkan, sehingga semakin cepat mendaftar, semakin lengkap data historis yang tersedia untuk memandu keputusan konten ke depannya.
Jika blog sudah berjalan tapi belum terdaftar, lakukan pendaftaran hari ini. Prosesnya singkat dan manfaat yang didapat jauh lebih besar dari waktu yang diinvestasikan untuk mendaftarkannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Google Search Console bisa digunakan untuk lebih dari satu blog?
Bisa. Satu akun Google bisa digunakan untuk mendaftarkan dan mengelola banyak properti di Search Console. Setiap blog didaftarkan sebagai properti terpisah dan datanya ditampilkan secara independen. Untuk berpindah antara properti, gunakan dropdown di pojok kiri atas dashboard Search Console.
Apakah ada biaya untuk menggunakan Google Search Console?
Tidak. Google Search Console sepenuhnya gratis dan tidak ada paket berbayar. Semua fitur yang tersedia bisa digunakan tanpa biaya apapun, termasuk fitur Inspeksi URL, submit sitemap, laporan performa pencarian, dan laporan pengindeksan.
Berapa lama proses verifikasi Search Console biasanya berlangsung?
Untuk metode HTML Tag dan Google Analytics, verifikasi biasanya selesai dalam hitungan detik setelah tombol Verifikasi diklik. Jika verifikasi gagal, periksa kembali apakah kode sudah terpasang di posisi yang benar dan coba lagi. Proses verifikasi tidak membutuhkan waktu tunggu yang lama kecuali ada masalah teknis yang perlu diperbaiki terlebih dahulu.
Apakah mendaftarkan blog ke Search Console langsung membuat blog muncul di Google?
Tidak langsung, tapi sangat membantu mempercepat prosesnya. Mendaftarkan blog dan submit sitemap memberitahu Google tentang keberadaan blog secara eksplisit. Google masih perlu merayapi dan mengevaluasi konten sebelum memutuskan untuk mengindeks artikel-artikel yang ada. Proses ini biasanya berlangsung lebih cepat setelah pendaftaran dibanding tanpa pendaftaran sama sekali.
Apakah verifikasi Search Console perlu diulang jika template blog diganti?
Tergantung pada metode verifikasi yang digunakan. Jika menggunakan metode HTML Tag, kode verifikasi yang ada di template lama mungkin tidak terbawa ke template baru sehingga verifikasi bisa gagal. Setelah mengganti template, cek status verifikasi di Search Console dan tambahkan kembali kode verifikasi ke template baru jika diperlukan. Jika menggunakan metode Google Analytics, verifikasi tidak terpengaruh oleh penggantian template.


Posting Komentar